Deadline saling Mengejar, dan Mataku pun Ikut Bergetar
Deadline saling Mengejar, dan Mataku pun Ikut Bergetar - Bagaimana tidak bergetar mata ini, lha harus menyelesaikan puluhan konten video yang harus segera diposting sebelum jam cinderella. Aku tahu kebiasaan ini tidak baik, karena managemenku mengurus bayik dan todler masih belum pintar. Alhasil deadlineku saling kejar mengejar.
![]() |
Godaan ngerjain pekerjaan melalui gadget ya begini, mulai mata mulai merasa jadi tidak nyaman kayak ada yang ngganjal. Terkadang agak perih dan menjadi buram. Padhal mataku ini sudah empat, dan waktu sudah mulai bergerak merangkak ke jam cinderela. Apalagi kalau debay sudah minta nen, aduh godaan mata terlelap menjadi tantangan.
Saat Mataku Mulai Mengirim Sinyal
Aku tahu segala yang dipaksakan tidak baik, tapi ini demi keberlangsungan mahkluk hidup yang pernah kukandung hehehe ... lebay ya? Ya inilah hidup kadang harus bergelut dengan cuan dan cuan. Saat mata sudah mengirim sinyal terasa berat dan perih makin terasa aku harus berkedip dan berpindah pandangan. Tapi kalau udah mulai kayak ada yang nyangkut dimata, aku langsung berhenti sejenak. Bisa jadi ini yang namanya Mata SEpet.
Baiklah daripada hal-hal yang diinginkan tidak terjadi, aku cari tahu informasi soal mata sepet, perih atau berpasir. Banyak sekali artikel penjelasannya dan aku baru tahu kalo kita terlalu lama menatap layar monitor mata kita yang biasanya sering berkedip menjadi jarang berkedip. Nggak kayak biasanya gitu.
Nah berkedip ini sebetulnya bagus sekali untuk kesehatan mata, soalnya setiap kediapn bisa menyebarkan air mata supaya permukaan mata selalu lembap. Jika mata jarang berkedip, airmata lebih cepat menguap sehingga mata mudah terasa kering, perih, lelah ya kayak yang aku rasain.
Jujur demi mengejar deadline aku sering mengabaikan sinyal yang aku rasa akan hilang dengan sendirinya. Nyatanya makin mengganggu. Benaran dah #MataSePeLeJanganSepelein.
Botol Kecil dengan Tutup Biru Saatnya Digunakan!
Aku termasuk orang yang menyiapkan segala hal sebelum terjadi, dibanding suamiku yang selalu teledoran. Hssstt ... semoga gak dosa ngomongin suami di belakang hahaha ... makanya aku di rumah selalu stok berbagai obat dan vitamin. Termasuk box warna biru dengan botol kecil bertutup biru di dalamnya, yaitu #InstoDryEyes.
Saatnya kamu digunakan ya? Kataku mengambil kotak biru si INSTO DRY EYES dan meneteskan Insto langsung ke atas mata. Ah ... dingin menyebar di seluruh mata. Perih dan yang mengganjal lumayan hilang perlahan. Sebelum kembali menatap layar, aku menyambar botol minum dan menghabiskannya sekali duduk. Aku memang harus dituntut banyak minum, soalnya aku sedang mengasihi. Jadi minum berbotol-botol merupakan misi. Cuman kadang kalau udah ngadep gadget lupa deh.
Belajar dari yang Namanya Deadline
Setiap orang pasti belajar dari kesalahannya, betul? Nah dari pengalaman yang aku alami di atas, aku mulai peduli dengan mataku, apalagi aku udah pake kacamata pula. Menjaga kesehatan mata adalah sebuah keharusan. Sering-sering aku mengalihkan pandangan dan berkedip.
Aku juga tidak malas untuk berpindah sejenak, untuk mengambil camilan, minuman, dan melihat anak-anak yang kutitipkan kepada ayahnya saat mengejar deadline. Hal tersebut keliatan nggak penting ya? Padahal ini hal yang harus dilakukan agar mata sehat selalu.
Percayalah kebiasaan kecil yang sering kita lakukan ini akan berdampak baik. Sehingga mata lebih jauh nyaman dari seblumnya dan #BebasMataKering.
Saat Mata sudah Waras Ide akan Mengalir Deras
Beneran lho, kalau mata kita sehat ide pun berkelebat dengan mudah. Aku termasuk tim yang suka lembur dan menghantam deadline. Soalnya cepet dapat ide gitu, mesti ga selalu sih ya. Jangan ditiru. Namun bekerja lebih nyaman dan merawat badan itu juga lebih penting dari deadline. Kalau nggak sehat kan semua jadi terhambat, ya kan?
Maka pesanku saat kamu mulai merasa mata lelah, perih, atau Mata SEpet, segera ya tetesin insto dry eyes. Supaya mata jauh lebih nyaman.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
إرسال تعليق for "Deadline saling Mengejar, dan Mataku pun Ikut Bergetar"