Minggu, 20 Desember 2020

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros

 

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros - Jujur saya termasuk orang yang boros, maka cara mengelola uang dengan baik sangat menjadi PR besar bagi saya. Terlebih di musim pandemi, dan gaya hidup yang serba konsumtif di masa sekarang. Belum lagi dua bulan sudah emak mertua, memakai pampers terus. Pilihan berhemat  harus saya ambil, sebelum minus berlebihan.



cara mengatur gaji 2 juta cara mengelola uang dengan baik bagi pelajar cara mengatur keuangan pribadi remaja cara mengatur keuangan dengan gaji 1 juta per bulan cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros



 

Pemasukan keuangan yang biasanya selancar jalan tol, di masa pandemi mulai seret. Nggak bisa beraktivitas bebas, semua akses berubah jadi pertemuan virtual. Benar-benar masa yang butuh perjuangan, tapi alhamdulillah saya masih simpenan job yang masa cairnya lumayan lama. Ibarat tabungan, invoice cair pas dengan yang dibutuhkan.

 

 

Cara Mengatur Keuangan Pribadi Versi Saya

 

 

1. Memepetkan anggaran keuangan

 

Awalnya saya mengalir aja keuangannya, yang ada di ATM ya buat kehidupan sehari-hari. Uangnya yang ngalir ke ATM ya biasanya dari job menulis dan orderan jahitan. Tapi lama-lama pengeluaran semakin banyak, dan hampir minus. Ada aja, dari untuk keperluan sehari-hari, stok beras merah, nambahin warungan mertua, pampers, dan pengeluaran jajan.

 

Takut minus, saya mulai menyiasati memepet anggaran dengan memilih belanja ke pasar untuk membeli makanan mentah. Biasanya tiap pagi kan beli sarapan lewat depan rumah, sekarang saya nggak lagi tetapi mertua masih tetap melakukannya. Udah kebiasaan beli sarapan. Walaupun sayanya udah masak. Yaudahlah ya.

 

2. Mencatat keuangan

 

Bulan November emak kembali masuk rumah sakit, saya yang awalnya menduga hanya bisa diperiksakan ke puskesmas mendadak dokter minta dirawat inap karena sudah hampir parah kena stroke ringan akibat diabetesnya.

 

Saya dan suami yang tidak memersiapkan apapun, masih lega karena di ATM masih tersimpan uang. Letak rumah sakit yang kurang lebih sejam lebih perjalanan, membuat kami tidak bisa wara-wiri pulang dengan leluasa. 4 hari rawat inap, membuat pengeluaran kami membengkak. Belum lagi biaya untuk pulang memakai ojol, yang habis hampir 200 ribu. Buat pembelajaran kami seringkali mencatat keuangan yang tak tertebak ini. Agar bisa berhati-hati ke depannya.



cara mengatur gaji 2 juta cara mengelola uang dengan baik bagi pelajar cara mengatur keuangan pribadi remaja cara mengatur keuangan dengan gaji 1 juta per bulan cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros



 

3. Melunasi hutang yang ada

 

Setiap kali ada uang lebih, saya takut terlena ingin ini dan itu. Tetapi saya selalu berpikir logis lagi, kalau masih ada tanggungan mengapa harus belanja yang tak dibutuhkan dahulu? Maka pilihan bijaknya adalah melunasi semua hutang yang ada. Alhamdulillah, saya dan mas suami tidak ada tanggungan beban hutang lagi. Bersyukur banget.

 

4.  Belajar menabung walau nilainya kecil

 

Dana darurat sangat penting untuk dipersiapkan, apalagi yang menyangkut soal kesehatan. Siapa yang akan membantu kita di hari tua? Siapa yang akan membantu kita, sementara keluarga juga kekurangan uang? Maka jalan satu-satunya adalah dengan menabung. Tidak apa kalau nilainya kecil, yang penting teruslah menabung dahulu.

 

Semoga cara mengatur duit sederhana di atas, dapat membantu teman-teman memberikan sedikit masukan ya. Mengingat saya pun masih belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Efektifkan Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Anak Dengan ASUS VivoBook 14 A416

  Dalam Pembelajaran jarak jauh (pjj), baik orangtua maupun siswa tentu akan mencari metode pembelajaran yang sesuai agar siswa mampu menyer...