Sabtu, 30 Januari 2021

Memanfaatkan Transaksi Digital Untuk Kemajuan Bangsa

 

Sebagai Warga Negara Indonesia, sudah selayaknya kita tutur serta memajukan bangsa mulai dari hal hal yang ada di sekitar kita. Dalam era digital seperti sekarang ini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung kemajuan bangsa.





Suatu bangsa akan sejahtera kalau roda perekonomian masyarakatnya berjalan dengan baik dan merata. Seperti yang kita tau, beberapa daerah terpencil di Indonesia dinilai masih tertinggal. Seperti yang kita ketahui bersama, untuk sarana pembangunan desa tertinggal 2020-2024, Kemendes PDTT menargetkan pengentasan 25 daerah dari 62 daerah yang dinilai masih tertinggal. Kalau kata Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Mentri mengatakan “Jadi yang kita targetkan adalah 25 dari 62 daerah tertinggal."


Apa yang sudah saya lakukan untuk desa saya? Pernyataan itu muncul lantaran beberapa orang di desa masih ada yang tidak mengetahui bagaimana cara transfer uang, bagaimana cara mengambil uang di ATM, bagaimana menggunakan ponsel pintar dan masih banyak lagi. Dalam beberapa kesempatan saya perah ditanya oleh saudara saya mengenai  bagaimana cara berjualan online. Saya berusaha memberi tau dengan apa yang saya ketahui untuk bisa memberikan gambaran kepada saudara saya tentang tata cara transaksi elektronik.


Alhamdulillah di rumah saya ada toko kelontong. Dari situ saya berusaha memanfaatkan fasilitas QR Standar yang ada ada di akun DANA Bisnis saya. Seperti yang kita ketahui bersama, banyaknya mini market masuk desa, menjadi tantangan tersendiri untuk pedagang kecil seperti keluarga saya untuk berinovasi. Dengan menyediakan layanan pembayaran elektronik, kita bisa memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis untuk kalangan anak muda. Harapannya, orang lain juga mengetahui hal ini dan beradaptasi dengan kemampuannya masing-masing untuk bisa menggerakkan roda perekonomian dalam rumah tangga.






Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia juga berusaha mendorong ekonomi dan keuangan digital melalui berbagai kebijakan. Salah satunya dengan mendukung dan mengapresiasi pelaku industri sistem pembayaran  dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)  yang sudah mengimplementasikan berbagai inisiatif yang ada pada blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.  BSPI 2025  sudah bergulir sejak tahun 2019.



 Dalam perkembangan transaksi digital saat ini, tak lepas dari apa yang sudah dilakukan Bank Indonesia dalam reformasi dan penataan kembali industri sistem pembayaran melalui pengundangan PBI SIstem Pembayaran (PBI No. 22/23/PBI/2020) pada 30 Desember 2020. Dengan reformasi sistem regulasi tersebut diharapkan para pelaku industri sistem pembayaran bisa terakomodir dalam mengintegrasikan ekonomi dan keuangan digital sehingga ekonomi nasional bisa lekas pulih.



Generasi muda memang memegang peran penting dalam menentukan arus transaksi digital. Jika anda generasi muda atau merasa punya semangat muda, coba periksa berapa banyak aplikasi di ponsel anda yang berkaitan dengan kegiatan transaksi elektronik? Kalau saya sendiri ada beberapa aplikasi perbankan dan aplikasi dompet elektronik. Beberapa dari anda mungkin ada yang memasang aplikasi ojek online dan aplikasi game online.  Semua aplikasi itu merupakan aplikasi yang punya peran besar dalam transaksi digital saat ini. Oleh karenanya, masyarakat kita sebagai generasi muda juga sebaiknya mulai bergerak dan tergerak untuk ikut membantu orang di sekitar kita agar bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.






Untuk berkontribusi pada kemajuan masyarakat, sebenarnya masih banyak hal yang ingin aku lakukan agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Mohon doanya agar aku bisa istikomah berbagi ilmu kepada orang-orang di sekitarku agar bisa memanfaatkan teknologi digital sebaik mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari Pertama Masuk Rumah Sakit

Hari Pertama Masuk Rumah Sakit - Fungsi rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara...