Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Momen Ramadan Yang Tak Terlupakan


Momen Ramadan Yang Tak Terlupakan - Manusia diberikan ujian hidup adalah untuk beribadah kepada-Nya, dan sering kali ujian tersebut datang tak derduga dan membuat kita merasa sedih, lelah, kecewa, pun terkadang putus asa. Tetapi dibalik itu semua, ada dalam diri kita yang tersembunyi berbisik, "Kamu, yang kuat ya!"


Momen Ramadan Yang Tak Terlupakan
Momen Ramadan Yang Tak Terlupakan


 

Ya, setiap dari diri kita akan merasakan kesedihan yang bersanding dengan kebahagiaan. Tetapi kita harus belajar kuat untuk memandang sgala ujian yang membentang dengan optimis. Bawa kegagalan tidak melulu memberikan kesedihan, ada pesan yang lebih dalam dari itu. Yakni, membentuk diri kita menjadi orang yang lebih kuat di masa depan.

 

"Hei Kamu, jangan menyerah ya!" Adalah panggilan bahwa dari segala ujian yang menerpa, jangan pernah menyerah. Yok kembali pulih dan memerjuangkan apa yang kita perjuangkan. Masih ada orang-orang yang butuh support kita dan butuh kegigihan kita untuk dijaga.

 

 

Menyadari bahwa Allah itu Mahabaik

 

 

Setiap detik kehidupan yang berjalan, manusia tidak bisa berlari dan menghindar dari masalah. Yang perlu dilakukan adalah menjalaninya. Seperti  ketika masa kecil dan kita tumbuh menjadi orang dewasa. Proses demi prosenya kita lalui.

 

Ada banyak peristiwa yang kadang membahagiakan, kadang menyedihkan. Kadang memberikan tawa pun tangis, serta ada momen yang penuh sukacita dan dukalara. Semuanya berganti, seperti siang dan malam yang berputar. Manusia belajar merasakan naik dan turunnya sebuah kehidupan.

 

Tahun lalu semua keluarga dan orangtua masih komplit, tidak ada yang pergi dan meninggalkan. Tetapi berbeda dengan tahun ini, 3 orang tua pergi kembali kepada Sang Pencipta, ialah Allah SWT.

 

Dua orang anak manusia kehilangan peganggannya. Kehilangan orang yang selama ini mengasihinya tiada henti sampai ajal menjelang. Dua orang anak manusia sedang belajar tabah dan kuat, untuk terus melanjutkan hidup. Dua orang anak manusia, yang sedang belajar menjadi orangtua harus kehilangan tubuh yang biasa memeluknya.

 

"Ya Allah, kuatkanlah mereka. Kuatkanlah orang-orang yang kehilangan tanpa bisa bertemu kembali di dunia yang penuh kefanaan ini. Tetapi kumpulkanlah mereka kembali di surga-Mu yang Agung. Aamiin".

 

 

Maka selama udara masih bisa mengisi rongga-ringga di paru-pparu, dan selama jantung masih mengalirkan darah, pun otak masih berfungsi dengan optimal perjalanan hidup akan terus berlanjut dan belajarlah mencari pemahaman tentang arti kehidupan itu sendiri.

 

Belajar menerima keadaan dan belajar darinya

 

Ramadan tahun 2023 menjadi momen yang tak pernah terlupakan, dimana kami masih diteriaki oleh mamak mertua untuk bangun sahur. Tetapi kini tidak lagi, namun masih ada Ibu yang terkadang menemani. Allhamdulillah saya masih bisa bersyukur memiliki Ibu, satu-satunya orang tua yang masih ada.

 

Atas ketiadaan beliau, saya menyadari bahwa orang tua adalah segalanya. Tempat menaruh segala resah dan bahagia. Momen kebersamaan dengan orang yang masih hidup, adalah kenangan yang tak ternilai dan tak terbeli.

 

Ramadan tahun 2023, Bapak saya masih sering iseng mengirim pesan di facebook. Dan saya telat membukanya ketika beliau sudah tidak ada lagi di dunia. Wan poso porak? demikian isi pesan yang saya abaikan dan saya menyesalinya sampai sekarang. Pesan yang hanya bisa saya jawab melalui hati dan doa akan perantara Allah sang Maha Pencipta segala makhluk di bumi. Ah ... betapa durhakanya saya ketika menjadi anak yang belum bisa membahagiakan beliau.

 

Semoga Ramdan 2024 menjadi bulan yang penuh ampunan, atas diri hamba yang penuh dengan salah dan dosa ini Ya Allah.  Semoga ke depannya saya bisa menjadi orangtua yang bertanggung jawab dan baik untuk anak-anaknya aamiin. Jujur saya harus mengakui momen Ramadan yang tak terlupakan adalah, saat masih dibersamai oleh orangtua.

 

Posting Komentar untuk "Momen Ramadan Yang Tak Terlupakan"